Simak Aturan Batas Kecepatan Lokasi Hingga Jenis Pelanggaran, E-Tilang Di Tol Berlaku Hari Ini

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Kurlantas Polly, Aan Suhanan mengatakan mulai 1 April 2022, aplikasi tiket elektronik akan diaktifkan di jalan tol.

Mengutip itu, diketahui pihak-pihak yang berkepentingan telah melakukan sosialisasi sejak 1 Maret lalu.

“Pada 1 April ini artinya akan dilaksanakan melalui ETLE nasional,” kata Ann.

Ia menambahkan, ada dua jenis pelanggaran yang akan ditindak melalui e-ticket di jalan tol.

Pertama, pelanggaran kelebihan beban di sepanjang jalur Transjapar.

Kedua, pelanggaran overspeed atau ngebut di jalan Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Untuk pelanggaran ngebut, mengacu pada ketentuan ngebut di jalan tol yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Aturan tersebut juga diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang tata cara penetapan batas kendaraan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 4 pasal 23 ayat 4.

Dalam Permenhub disebutkan bahwa batas kecepatan kendaraan yang melaju di jalan tol adalah 60-100 km/jam, tergantung traffic light yang dipasang.

Lebih lengkapnya, berikut regulasi lengkapnya:

1. 60-100 km/jam di sirkulasi bebas dan jalan raya (jalan tol)

2. Maksimal 80 km/jam di jalan antar kota

3. Maksimal 50 km/jam di jalan perkotaan

4. Maksimal 30 km/jam di jalan perumahan.

Jalan tol akan dilengkapi kamera kecepatan di beberapa tempat.

Peraturan batas kecepatan ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan tol akibat kecepatan berlebih yang sering terjadi di jalan tol.

Daftar metode pengiriman yang menerapkan e-tiket

Ada banyak cara berbayar untuk mengajukan e-tiket.

Kamera yang diterapkan untuk memantau pengendara juga akan bekerja 24 jam sehari.

“Selanjutnya, kamera ETLE akan berjalan selama 24 jam untuk memantau setiap pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Berikut daftar ruas jalan tol yang menggunakan e-ticket, dirangkum oleh:

Via Japoditabek

Jalan Lingkar Dalam Jakarta

Jalan Giacarta Sicambek (Japik)

Mohamed bin Zayed (MBZ) komisi yang lebih tinggi

Hasil profesor. Dr. Cydiatmo

Concirang Tangerang Road

jalan melalui jawa

Autostrada Palimanan-Kanci (Palikanci).

Batang Semarang Road

Tol Semarang Solo

Jalan Ngawi Solo

Strada a pedaggio Ngawi-Kertosono

Truk kelebihan kapasitas

Sanksi juga akan diterapkan untuk truk yang kelebihan muatan atau oversized and overloaded (ODOL).

Dikutip dari, aturan terkait ODOL juga akan berlaku mulai 1 April 2022 di sepanjang jalan tol Transjabar.

Untuk menentukan beban maksimum kendaraan, akan dipasang sensor gerak (WIM).

Sensor WIM merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi beban kendaraan.

Alat ini memberikan informasi tentang data kelebihan kendaraan.

Untuk pelanggaran kelebihan beban, sensor WIB akan dipasang di dua titik lalu lintas jalan.

Yang pertama di Tol JOR dan yang kedua di Tol Jakarta-Tangerang.