Pelanggar Batas Kecepatan & Muatan Di 7 Ruas Tol Jakarta Didenda Rp 500 Ribu, Berlaku Mulai Hari Ini

 Aturan baru telah resmi ditambahkan untuk kendaraan tol yang melintasi jalan tol di Jakarta dan sekitarnya.

Pada hari ini, Jumat, 1 April 2022, Dinas Lalu Lintas Metro Bulda Jaya akan menindak setiap kendaraan roda empat atau lebih yang melanggar batas kecepatan dan beban di jalan Jakarta dan sekitarnya.

Denda ini diterapkan melalui teknologi kamera pengintai Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Setiap kendaraan yang melanggar akan terdeteksi oleh radar Speed ​​and Weight in Movements (WIM).

Sanksi bagi pelanggar adalah mengirimkan tiket langsung ke alamatnya dan melampirkan jenis pelanggarannya.
Jika tidak membayar, plat nomor kendaraan akan dikeluarkan secara otomatis.

Pelanggar batas kecepatan dikenakan pasal 287 ayat 5 UU No. 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau LLAJ.

Sedangkan bagi pelanggar batas tonase dikenakan pasal 307 UU No. 22 Tahun 2019 tentang LLAJ.

Kedua pasal ini menjelaskan bahwa setiap pelanggar diancam dengan pidana penjara paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp 500.000.

Sebagai informasi, jalan tol yang menerapkan aturan batas kecepatan itu diterapkan di lima ruas tol.

Pertama, Jalan Jakarta-Sikampic bagian bawah, Jalan Jabek MPZ, Tol Saidatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jalan Dalam Kota, Jalan Conceran-Chengkareng.

Sementara itu, aturan batas tonase hanya berlaku untuk dua ruas tol, yakni Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan tol Jakarta-Tangerang.

Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mengatakan kamera kecepatan dan sensor pembatas beban akan dipasang sepanjang hari.

“Kebijakan ini berlaku selama 24 jam,” kata Sambodo di markas Polda Metro Jaya, Selasa (29/3/2022).