Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani, THR PNS Bisa Dibayarkan Setelah Lebaran 2022

Sesuai rencana semula, THR ASN diberikan pada sepuluh hari pertama Idul Fitri.

Namun, jika THR tidak dibayarkan karena masalah teknis, THR masih bisa dibayarkan setelah Idul Fitri.

Menkeu menjelaskan: “Dalam hal demikian, Departemen/Lembaga akan memberikan Pemberitahuan Pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan (KPPN) mulai Senin, 18 April 2022, yang dapat dibayarkan oleh KPPN sesuai mekanisme yang berlaku.” Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengutip YouTube TV, Minggu (17/4/2022).

Ia menjelaskan, “Jika THR tidak dibayarkan sebelum Idul Fitri karena masalah teknis, THR masih bisa dibayarkan setelah Idul Fitri.”

Ia menambahkan, “Jika ada keadaan yang tidak bisa dilakukan, tetap bisa dilakukan setelah Lebaran. Namun, kami berharap masih bisa dibayarkan THR sebelum Lebaran.”

THR dan 13 dibayarkan berdasarkan besaran gaji pokok/pensiun dan tunjangan yang terkait dengan gaji pokok/pensiun, dan 50% dari tunjangan kinerja bulanan bagi mereka yang menerima tunjangan kinerja.

Untuk badan pemerintah daerah, pendapatan tambahan hingga 50% ditentukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan kabupaten dan kemampuannya untuk mematuhi persyaratan hukum.

Gaji ketiga belas juga akan dibayarkan pada Juli 2022 untuk menutupi kebutuhan pendidikan ASN, TNI, putra Polri, seperti dilansir Setkab.go.id.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjigo Kumolo mengatakan gaji THR dan gaji ketiga belas ASN merupakan upaya untuk mengapresiasi dan mendorong pemulihan perekonomian nasional.

“Pemberian THR dan gaji ketiga belas ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi ASN dalam penanggulangan pandemi Covid-19, yang terus menggerakan dan menata masyarakat di lingkungannya.”

“Kami terus terus melayani masyarakat dan berperan aktif bersama masyarakat dalam percepatan penanggulangan COVID-19,” kata Tjigo.

Menteri PANRB juga menegaskan, meski di tengah pandemi seperti saat ini, ASN tetap bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Diketahui, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2022.

Aturan tersebut menyangkut pemberian tunjangan cuti (THR) dan gaji ketiga belas kepada penyelenggara negara, pensiunan, pensiunan, dan penerima tantiem pada 2022.

Kebijakan THR dan Gaji Ketiga Belas Tahun 2022

Berikut kebijakan pengajuan THR dan gaji ketiga belas tahun 2022, dikutip dari Kemenkeu.go.id:

Untuk pejabat negara dan pensiunan

Gaji pokok/pensiun dan tunjangan tak terduga terhadap gaji pokok/pensiun berupa tunjangan keluarga, tunjangan makan, tunjangan struktur/pekerjaan/pekerjaan umum dan tunjangan kinerja bulanan sebesar 50%, tunjangan kinerja menurut jabatan, tingkatan, jenjang pekerjaan atau kategori pekerjaan;

THR dibayarkan pada tahun 2022 atas dasar penghasilan pada bulan April 2022, sedangkan pembayaran angsuran ketiga belas pada tahun 2022 atas dasar penghasilan pada bulan Juni 2022;

Rencana pembayaran THR dimulai pada periode H-10 Hari Raya, K/L dapat mengajukan SPM ke KPPN mulai 18 April 2022, dan dapat dibayarkan oleh KPPN sesuai mekanisme yang berlaku.

Jika THR tidak dibayarkan sebelum Idul Fitri, maka THR dapat dibayarkan setelah Idul Fitri;

Gaji ketiga belas akan dibayarkan pada Juli 2022.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran untuk pembayaran THR tahun 2022 yang diperkirakan mencapai Rp34,3 triliun:

Agak. Sekitar Rp 19,3 triliun digunakan untuk pegawai negeri yang bekerja di instansi pusat, yang anggarannya disediakan oleh DIPA untuk masing-masing kementerian/lembaga dan disediakan untuk pensiunan melalui DIPA BUN.

B. DAU membayar THR sekitar 15 triliun rupiah kepada penyelenggara negara yang bekerja untuk pemerintah daerah, yang dapat ditingkatkan dari APBD 2022 sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Ketentuan Teknis Gaji THR dan Gaji Ketiga Belas diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku bagi oknum APBN, dan Peraturan Kepala Daerah Provinsi yang berlaku bagi oknum APBD.