Moeldoko Ajak Tokoh Agama Jaga Optimisme Umat Jelang Ramadan, Situasi Pandemi Disebut Membaik

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengimbau para pemuka agama Islam untuk terus memperbaiki situasi pandemi di Indonesia dengan terus mengedukasi umat Islam tentang protokol kesehatan jelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Seruan ini disiarkan melalui rapat koordinasi sosialisasi kebijakan online bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendi dan para pemuka agama Islam.

“Tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Pemerintah telah memberikan izin Ramadhan dan Idul Fitri. Sekali lagi, agar penanganan COVID-19 berhasil diselesaikan, para pemuka agama tetap mensosialisasikan protokol kesehatan selama puasa dan puasa. Idul Adha,” kata Moeldoko dalam keterangannya, Senin (28/3/2022).

Pensiunan jenderal itu juga memuji peran tokoh agama yang selama ini aktif membantu pemerintah dalam menangani COVID-19 di Indonesia.

Namun, pemerintah melalui Permendagri N. Kepmen Nomor 18 Tahun 2022 mengatur tentang kapasitas rumah ibadah di bulan Ramadhan.

Tempat ibadah di daerah yang berstatus PPKM level 3 hanya boleh berkapasitas 50%, PPKM level 2 berkapasitas maksimal 75%, dan PPKM level 1 bisa berkapasitas hingga 100%.

Selain itu, Surat Edaran Menteri Agama no. 4 Tahun 2022 juga mengatur durasi ceramah agama yang dibatasi maksimal 15 menit.

Pengelola dan pengelola tempat ibadah juga wajib memastikan protokol kesehatan dipatuhi.

Para pemuka agama ormas Islam utama Indonesia juga menyambut baik ajakan pemerintah untuk bekerja sama.

“Yang masih menjadi kebutuhan utama masjid adalah masker, saya berharap pemerintah bisa membantu menyediakannya. Kami juga akan terus mensosialisasikan pentingnya vaksin booster bagi masyarakat agar pemerintah bisa menjadikan masjid sebagai hub vaksin booster,” kata PBNU. Presiden KH Ahmad Fakhrour Rozi.